Memangnya Kalau Bisa Bertemu, Jawabannya Apa?
Hai.
Memangnya kalau bisa bertemu, jawabannya apa?
Bingung iya?
Sama.
Bulan lalu, kita nggak sempat ketemu secara langsung, ntah untuk bulan ini dan bulan-bulan selanjutnya bisa atau nggak.
Bagaimana kabarmu?
Masih sehat dan ceria bukan?
Jangan lupa makan, malu sama umur kalau makan aja masih diingatin. Hehehe.
Oiya, bagaimana kehidupanmu sekarang?, banyak hal yang baru dan baik, bukan?
Kangen ngobrol denganku lewat chat nggak?, ngobrol santai tanpa tertindas perasaan apapun, kayak dulu.
Terakhir kali kita bertukar pikiran, malah nggak nemu pengakhiran. Kamu malah salah paham.
Belakangan ini, aku coba belajar buat tulis angan-anganku ditempat manapun yang aku temui. Kalau nggak ditulis, takutnya malah lupa. Soalnya impianku banyak.
Coba deh, kapan-kapan baca tulisanku, aku milih diksinya sendiri loh.
untuk janji ketemu bulan lalu, maaf aku nggak bisa hadir. Pasti kecewa iya?
Maaf lagi, alasanku belum sempat terbang menemuimu, untuk menyampaikan kabar kalau aku masih sakit. Gara-gara jatuh sampai terguling-guling. Suakiit banget. Coba jatuh deh kalau mau tahu rasanya.
Terakhir, cobalah lihat dari berbagai sisi kehidupan, bisa nggak seandainya kamu jangan terlalu berprasangka buruk lagi?
Tahu nggak?, ngejelasin sesuatu yang rumit itu butuh tenaga yang besar, bahkan mungkin aku kurang kuat. tubuhk agak ringkih. Jadi tolong percaya aja, percaya dan sekali lagi yakini insting yang kamu punya. Jangan hanya melihat apa yang tertangkap oleh mata dan keadaan, mereka bisa saja bohong.
Aku juga minta maaf, kalau selama ini aku keliru, aku terlalu cepat menghakimi dan terbawa emosi.
Digio sudah lewat,
Sudah lewat,
Lewat.
Nb : tulisan ini bukan untuk dilupakan
Komentar