Jangan Buat Repot Tuhan




Sudah sendiri, iya?
Sudah diresapi sejauh mana kekuatanmu?
Sudah sadar seberapa besar tenagamu untuk melangkah sampai di titik ini?

Kamu sangat jagoan!
.
.
.
Sadar setelah beberapa lembar catatan milik orang lain yang tergenggam sedari waktu dulu terbaca jelas, aku jadi merasa semua ini omong kosong.
Kemarin, sampai terseot-seot aku berusaha keras menyentil wajahmu yang terus bertengger dalam otakku.
Tapi, sungguh.., setelah dipikir lagi.
Buat apa bersusah-susah melupakan kalau yang dalam otak ini nggak mau dilupakan. Jalan pintas agar nggak sakit sendiri adalah membiarkan.

Anehnya, kalau sudah dibiarkan nanti malah muncul kepermukaan.

Tapi,

Jangan buat repot Tuhan!
sudah dikasih hati, maka jagalah sepenuh hati
Sudah dikasih rasa, maka jangan biarkan dia mati
Sudah dikasih semuanya.., maka janganlah melulu merasa paling tersiksa

Jangan Buat Repot Tuhan
Bukankah sudah cukup kamu bermain-main saat ini?
Bukankah sudah saatnya kamu tak perlu bersusah melupakan?
Cukup ingat Tuhan, maka Dia yang akan mengarahkan

Ingat!
Tujuan didunia bukan melulu soal jatuh ataupun bangkit
Tapi soal apa?

Soal-soal matematika juga.
Hehehe.
Itu sedikit lebih merepotkan.

Cie, nggak baper, 'kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini