Sebuah Benda Yang Tertinggal Dirumah
![]() |
| Sebuah Benda Yang Bernama Hati |
Beberapa hari setalah kamu pergi kemarin, ternyata dugaanku benar. Sangat sulit untuk melupakanku, 'kan?. Nyatanya kamu masih balik lagi kesini, kerumah ini. Hahaha, aku jadi merasa menang. Akulah orang yang selalu menjadi arah radarmu. bukankah aku benar?
Iya, aku sangat benar. Aku hanya mencoba percaya pada Tuhan, percaya pada keyakinan dan kemantaban hati. Mana mungkin aku tak mengandalkan hati kalau setiap saat ia selalu kubawa kemana-mana. Dan, sepertinya aku akan selalu begini. Menyalakan hati agar selalu disampingmu. satu detik. dua detik, tiga detik, aku ingin selalu begini.
Tunggu, apakah kamu kembali hanya untuk mengambil hal yang tersisa dari semuanya?, kemarin?
Astaga, kenapa aku bisa sesombong tadi seolah kamu mau kembali?
Aku benar-benar tersentak atas pikiranku itu. Tak mau menyangkal juga, meskipun keyakinanku sangat besar, tapi sorot matamu sudah tak sama. Baru beberapa hari kamu tak disini lalu sorot mata yang belasan tahun kulihat dan sangat hangat itu, sekarang agak dingin. Sugesti dari mana yang nyangkut diotakku?
Asal kamu tahu, entah sejak kapan aku menyalakan hati ini, tapi ingatlah aku tak akan serta merta menghapus gigi ompongmu saat kamu masih kecil, aku tak akan melupakan tarian energik yang selalu kau pakai berdansa denganku saat hari ulang tahunku, tak tak serta merta seperti itu. Sama seperti manusia lain, mereka merasakan jatuh dengan sekitika, tapi untuk melupakannya sangat sulit, pasti akan berbekas.
Sejenak, aku berpikir kembali. Memoles suatu hal yang keras akan sulit terbentuk. Memoles kamu yang sejak dini telah menerimaku sebagai bentuk manusia kecil yang lebih kecil darimu untuk menjadi gadis seusiamu memang sangat mustahil. Huh.
"Akan kuselipkan wajahmu diketekku," lagi, kata-kata andalan yang sering keluar dimulutmu selalu membuatku mengaduh. Kenapa sangat sulit melupakan bau ketekmu?
April

Komentar